FAKTA – Suasana penuh semangat menyelimuti SMK Negeri 2 Batu pada Kamis, 23 Oktober 2025. Satu-satunya Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Pertanian yang ada di Kota Batu dan menjadi kebanggan warga Batu ini, menggelar kegiatan rutin tahunan, yaitu Pelaksanaan Pelatihan Masyarakat untuk Guru dan Murid SMP/Mts sederajat se- Kota Batu.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan di bidang Agribisnis Tanaman, Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian dan Kimia Analisis. Sesuai dengan Program Keahlian yang ada di SMKN 2 Batu,” Jelas Syamsul Huda, S.Pd., Waka bidang Humas SMKN 2 Batu kepada media ini, Selasa (28/10/2025).
Pada kegiatan tersebut Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Batu, Slamet Winarto, M.Pd., menyampaikan, “Kegiatan Pelatihan Masyarakat ini diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya, dalam rangka SMKN 2 Batu ingin berbagi ilmu dan pengetahuan terutama tentang ilmu pertanian dan hasil olahannya. Pada kesempatan ini SMKN 2 Batu memberikan pelatihan khusus untuk murid SMP dan Mts sederajat se-Kota Batu.”
Lebih lanjut, pada kegiatan tersebut, Slamet Winarto, mengharapkan, “Dari kegiatan Pelatihan Masyarakat ini, diharapkan mampu menumbuhkan kembali semangat generasi muda di Kota Batu untuk menekuni dunia pertanian.”
Pada kegiatan yang berlangsung di Program Keahlian Kimia Analisis, dengan mengusung tema ‘Pembuatan Lilin Aroma Terapi dan Analisis Makanan.’ Pada sesi pertama ini para peserta dikenalkan bagaimana cara membuat lilin aroma terapi. Dengan semangatnya para peserta yang terdiri dari Guru dan murid itu mengikuti setiap tahap. Mulai dari mencampur bahan, menambahkan pewangi alami, hingga mencetak lilin dengan bentuk yang menarik dan estetik.
Di sesi kedua, peserta melakukan analisis kandungan Vitamin C pada tanaman cabai. Analisis ini berguna untuk mengenal lebih dalam kandungan gizi pada sayuran dan bahan pangan yang dikonsumsi sehari-hari.
Selanjutnya, kegiatan pada Program Keahlian Agribisnis Tanaman, peserta juga berkesempatan mempraktikkan metode menanam hidroponik menggunakan media tanam rockwool. Rockwool digunakan sebagai pengganti tanah, karena mampu menyimpan air dan nutrisi dengan baik. Dalam praktik ini, peserta belajar menyiapkan media, menanam benih, serta menjaga kelembaban agar tanaman tumbuh dengan maksimal.
Sedangkan, pada Program Keahlian Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian, juga diselenggarakan pelatihan pembuatan es krim dan bakso. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat kewirausahaan dan kreativitas peserta dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai jual tinggi.
Melalui pelatihan ini, ilmu yang diperoleh para peserta yang terdiri dari guru dan siswa SMP/Mts sederajat se-Kota Batu diharapkan dapat mengembangkannya di sekolah masing-masing, serta menjadi inspirasi untuk berinovasi dan bisa membuka peluang usaha berbasis potensi lokal. (mud)






