FAKTA – Delapan perusahaan sebagai vendor pelaksana angkutan Beras Bantuan Pangan di Papua tahun anggaran 2025 hadiri rapat koordinasi percepatan penyaluran. “Kami baru saja ikuti rapat koordinasi,” kata Mustaqiim, S.H., Direktur CV Harapan Bersama yang mendapat kepercayaan sebagai transportir melayani armada laut dan darat untuk Provinsi Papua dan Papua Selatan.
CV Harapan Bersama dibantu oleh PT. Alton Yogantara Perkasa sebagai transportir dengan pagu alokasi 2.166.680 kilogram sudah tersalur 167.000 kilogram, sisa 1.999.680 kilogram yang dalam rencananya diselesaikan selama 13 hari kerja lagi. “Selain perusahaan kami ada 7 vendor di provinsi lainnya diantaranya CV Rizki Jayapura, PT Panzer Logistik Indonesia, CV Kembar Papua Maju, PT AMA, PT Trigana Air Service, PT Alton Yogantara Perkasa,” kata dia.
“Kami hari ini diundang JPL Bulog yang bertempat di Ruang Rapat Kanwil Bulog Papua pada hari Jumat (18/7/2025), pukul 14.00 WIT, dalam rapat tersebut mendengar arahan langsung dari Kakanwil Bulog Papua yang juga hadir ketua badan pengawas serta tim Kementerian Sosial dari Jakarta guna mendengar langsung kesiapan jasa prima logistik Bulog Papua yang juga adalah anak perusahaan Bulog dimana baru pertama kali mendapat penunjukan dari pemerintah pusat,” kata Mustaqiim.
Lanjutnya, sehingga penunjukan ini merupakan amanah. Hari ini kita diskusi untuk mendengar penjelasan tentang mekanisme penyaluran beras bantuan pangan di Papua khususnya di pegunungan, dari tahun ketahun tidak mencapai puncak akhir kepuasan maka JPL diberikan amanah dengan harapan lebih terbaik dari tahun sebelumnya. Itu harapan Kakanwil Bulog semoga masyarakat dapat menerima manfaatnya sesuai harapan kita bersama.
“Menurut arahan dari pengawas pusat bahwa selama ini transportir belum menjalankan tugasnya sampai tuntas untuk itu PT JPL diharapkan dapat menjalankan pekerjaan ini sampai tuntas,” kata Kakanwil Akhmad Mustari.
Mustaqqim menambahkan, “Walaupun Kami mendapat penunjukan namun administrasi dan sistem, mekanisme dilaksanakan sepenuhnya oleh JPL Bulog sehingga kami hanya ikut memantau semoga tidak ada kendala dan hambatan sehingga proses penyaluran tepat waktu sesuai rencana.” (F/101)





