FAKTA – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Palembang menunjukkan keseriusannya dalam membentuk karakter peserta didik baru dengan menerapkan aturan ketat dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025.
Dalam upacara pembukaan MPLS yang digelar di lapangan sekolah pada Senin pagi, 14 Juli 2025, Kepala SMKN 2, H. Suparman, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa MPLS kali ini tidak hanya sekadar pengenalan lingkungan, tetapi juga menjadi ajang pembentukan mental, kedisiplinan, dan karakter peserta didik sejak dini.
“Kegiatan ini berbasis pada nilai-nilai imtaq (iman dan takwa), kedisiplinan, tanggung jawab, rasa memiliki, serta kesadaran terhadap kondisi sosial dan lingkungan. Kami ingin membentuk generasi yang tangguh secara fisik dan mental sejak awal mereka menginjakkan kaki di sekolah ini,” tegas Suparman kepada awak media usai upacara pembukaan sekitar pukul 06.30 WIB.
MPLS akan dilaksanakan selama lima hari, mulai dari tanggal 14 hingga 18 Juli 2025, dengan jadwal padat dari pukul 06.30 WIB hingga 15.00 WIB setiap harinya. Seluruh peserta wajib mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tanpa kecuali.
Suparman juga mengingatkan peserta didik baru yang memiliki riwayat penyakit serius agar segera melakukan pemeriksaan kesehatan dan menyerahkan surat keterangan dokter sebagai bentuk antisipasi selama pelaksanaan MPLS.
Lebih lanjut, aturan ketat diberlakukan demi menciptakan suasana tertib dan nyaman selama kegiatan. Beberapa poin penting di antaranya:
Peserta wajib memotong kuku dan rambut. Untuk siswa laki-laki, rambut dipotong cepak 1 cm tanpa gradasi (bagian atas 0 cm).
Siswa perempuan yang tidak berjilbab harus menguncir rambut dengan rapi.
Dilarang membawa gawai dan perangkat hiburan seperti HP, iPad, tablet, MP3, dan sejenisnya.
Dilarang membawa senjata tajam, obat terlarang, perhiasan, barang berharga, dan uang dalam jumlah besar.
Peserta juga diwajibkan menerapkan 5S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan, dan Santun) kepada siapa saja.
“Dengan penerapan aturan ini, kami ingin membentuk lingkungan sekolah yang rapi, indah, sehat, dan nyaman, sehingga peserta didik bisa tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter kuat dan bertanggung jawab,” tutup Suparman.
Pelaksanaan MPLS Ramah tahun ini menjadi bukti komitmen SMKN 2 dalam mengedepankan pendidikan karakter sebagai pondasi utama proses belajar-mengajar di lingkungan sekolah. (Laporan : ito || majalahfakta.id)






