FAKTA – Musim penerimaan siswa baru di SMAN 1 Palembang diwarnai oleh pergerakan tak biasa, oknum aparat penegak hukum (APH) dan oknum anggota DPRD tampak turun langsung ke lapangan, mengunjungi salah satu sekolah favorit di kota ini. Namun, kunjungan mereka menyisakan tanda tanya besar: ada apa di balik kehadiran mereka?
Menurut informasi yang dihimpun media ini dari dua narasumber yang hadir di lokasi, mereka mengaku kecewa dengan perlakuan diskriminatif yang terjadi saat itu.
“Kami sudah lama menunggu, tapi tidak diterima. Tiba-tiba datang seorang oknum APH dengan seragam kejaksaan, berinisial M, langsung disambut dan dipersilakan masuk oleh kepala sekolah,” ungkap salah satu sumber dengan nada kecewa. “Apa bedanya kami dengan dia?” tambahnya.
Tak hanya itu, kekecewaan mereka bertambah ketika mendapati kejanggalan dalam proses seleksi siswa baru.
Anak mereka yang memiliki nilai 91,32 tidak diterima, sementara siswa dengan nilai di bawahnya justru lolos. Mereka pun diarahkan ke panitia penerimaan siswa baru bernama Edwar. Namun saat berdiskusi, muncul seorang panitia lain yang membawa pesan, “Pak Edwar, ini ada titipan dari anggota dewan.” Respons Edwar? “Bisa, bisa.”
Pernyataan singkat itu menjadi benang merah dugaan praktik titipan siswa lewat “jalur belakang” yang selama ini diduga masih berlangsung. “Kok bisa ya, APH dan anggota dewan blusukan ke sekolah-sekolah?” ujar sumber dengan lirih.
Upaya konfirmasi dilakukan oleh media ini kepada Kepala SMAN 1 Palembang melalui Kepala Tata Usaha, Nanik, lewat pesan WhatsApp pada Jumat, 23 Mei 2025 pukul 13.26 WIB. Sayangnya, pesan hanya dibaca tanpa respons apapun. Padahal, klarifikasi sangat dibutuhkan mengingat dugaan serius yang beredar : adanya praktik penerimaan siswa di luar jalur resmi.
Investigasi masih berlanjut. Publik berhak tahu: benarkah ada permainan di balik proses PPDB di sekolah unggulan ini? Dan sejauh mana keterlibatan pihak luar seperti APH dan oknum DPRD dalam urusan internal pendidikan? Temuan awal ini hanya permukaan—kami akan terus menggali. (Laporan : ito||majalahfakta.id)






