FAKTA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui Dinas Perhubungan (Dishub Jatim), berperan aktif dalam upaya modernisasi pengelolaan wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Perumusan Solusi Ticketing TNBTS, yang melibatkan berbagai pihak terkait untuk mewujudkan sistem pariwisata yang tertib, aman, dan terintegrasi secara digital.
Dishub Jatim menegaskan bahwa integrasi antara sistem transportasi dan pengelolaan wisata merupakan kebutuhan mendesak, terutama di destinasi unggulan seperti Bromo.
Ini bukan hanya soal tiket online, tapi soal bagaimana menyajikan pengalaman wisata yang efisien, modern, dan ramah teknologi.
Dalam rapat tersebut, ditetapkan sejumlah keputusan strategis, di antaranya:
Pembelian tiket masuk TNBTS kini wajib dilakukan secara online, baik untuk wisatawan nusantara maupun mancanegara, lengkap dengan pengelompokan jenis dan jumlah pengunjung.
Rekayasa lalu lintas akan diterapkan di pintu masuk Cemoro Lawang bagi kendaraan yang belum sesuai dengan pemesanan tiket online.
Penjagaan dan pengaturan lalu lintas akan dilakukan oleh personel gabungan, termasuk Dishub Jatim, TNBTS, TNI, Polri, dan masyarakat setempat.
Sosialisasi masif akan digencarkan, termasuk pemasangan banner “Wajib Booking Tiket Online” di titik-titik strategis.
Sistem ticketing digital terus disempurnakan, didampingi edukasi berkelanjutan melalui berbagai kanal, khususnya media sosial.
Evaluasi uji coba sistem ini akan dilakukan pada akhir Mei 2025, untuk menyempurnakan pelaksanaan penuh ke depannya.
Dengan langkah ini, Dishub Jatim tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tapi juga menjadi garda depan dalam transformasi digital sektor pariwisata.
Kolaborasi erat lintas sektor pun menjadi bukti nyata bahwa wisata ramah digital dan berkelanjutan di Jawa Timur bukan sekadar wacana.
“Bromo adalah wajah wisata kita. Kalau pengelolaannya tertib dan digital, maka citra Jawa Timur pun ikut terangkat,” ujar perwakilan Dishub Provinsi Jatim.
Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan, mencegah penumpukan pengunjung, dan memberi kenyamanan maksimal bagi wisatawan.
Jawa Timur menegaskan komitmennya: pariwisata harus maju seiring dengan kemajuan teknologi dan tata kelola yang baik. (nyo)






