Daerah  

Jaksa Devitra Romiza Raih Gelar Doktor, IPK 3.92 Magna Cum Laude

Jaksa Devitra Romiza Raih Gelar Doktor, Usai Ujian Terbuka Program Doktor, yang dilakukan secara virtual.

FAKTA – Kepala Seksi Ekonomi dan Keuangan pada Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Devitra Romiza, secara resmi menyandang gelar Doktor di ujian terbuka promosi Doktor pada Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, dengan predikat IPK 3.92 Magna Cum Laude.

Penganugerahan gelar Doktor dalam bidang hukum ini, dinyatakan lulus usai mempresentasikan dan mempertahankan disertasinya dengan judul, Rekontruksi Regulasi Perlindungan dan Pemberian Restitusi Terhadap Anak korban Tindak Pidana Berbasis Nilai Keadilan.

Devitra mengatakan, hal ini merupakan bentuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas diri terutama di bidang hukum yang liner dengan tempat yang bekerja sebagai Aparat Penegak Hukum (APH) di Kejaksaan.

“Hal ini agar bisa berbuat yang terbaik bagi organisasi dan masyarakat,”katanya, Senin (7/10).

Devitra Romiza dikenal, beradaptasi dengan lingkungan sekitar di setiap penempatan tugasnya, senantiasa berrinovasi dan berdedikasi selama beliau bekerja di Kejaksaan yang saat sekarang juga telah ditunjuk Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat sebagai agent of change.

“Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena telah menyelesaikan pendidikan Doktor dengan predikat Magna Cumlaude Laude dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak  yang  tidak dapat disebutkan satu persatu  yang telah memberikan dukungan perjalanan akademiknya,”sebutnya.

Rektor Universitas UNISSULA Semarang selaku Ketua Dewan Penguji, Gunanto yang beranggotakan Kaprodi Program Doktor Ilmu Hukum dan sebagai promotor kami Anis Mashdurohatun, Ketua Umum Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung Semarang anggota  penguji Bambang Tri Bawono,

Dekan Fakultas Hukum UNISSULA Jawade Hafid, selaku anggota Penguji. Anggota Penguji sekaligus co promotor Sri Endah Wahyuningsih, Farida Patitingi, Wartiwiningsih,  Ahmad Hadi Prayitno,  dan Andri Winjaya Laksana. (ss)