FAKTA – Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Birokrasi Sulbar komitmen akan terus mengawal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat (Sulbar) dan BPBD Mamuju soal percepatan dana stimulan gempa tahap 2.
Ia mendorong Pemerintah Kota Sulbar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mempercepat pencairan dana gempa Mamuju tahun 2022 tahap II.
“Usulan sudah disampaikan ke pemerintah pusat, jadi kami dari pergerakan Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Birokrasi Sulbar tentunya mendorong untuk percepat dana tersebut untuk dicairkan.
Hal tersebut disampaikan oleh Bahri salah satu massa aksi yang belum lama ini melakukan aksi unjuk rasa sampai jilid ke-2 di depan kantor Gubernur Sulbar, Jumat (30/8/2924).
Lanjut dia meminta, apabila ada kendala yang memperhambat pencairan dana gempa tersebut, agar BPBD harus menjelaskan secara terbuka, agar korban terdampak gempa 2022 lalu itu, turut mengetahui kejelasannya.“Sampai sekarang memang kita belum tahu info terkait kejelasan perihal kapan dana gempa tahap II untuk korban gempa di Mamuju Sulbar itu dikucurkan,” ujarnya.
Lebih lanjut Bahri menyampaikan, tidak terlepas dari percepatan dana stimulan gempa tahap 2, massa aksi juga meminta penjelasan secara terbuka kepada publik terkait seperti apa model penyaluran kategori rusak berat.
“Kabarnya untuk kategori rusak berat stimulan tahap dua ini dikerjakan dengan metode kontraktual. Ini yang perlu kita sama-sama perjelas, jika benar di kontraktualkan,” kata Sul sapaan akrab Bahri saat ditemui di sekitar perkantoran Gubernur Sulbar.
“Jika benar, kebijakan kontraktual ini, saya kira pemerintah harusnya melibatkan masyarakat yang terdampak sebagai penerima untuk memutuskan kebijakan itu. Untuk itu juga, perlu sama-sama kita buka juknis pelaksanaannya jika ada,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan, selain dana stimulan gempa tahap 2 terdapat program BPBD Sulbar yang perlu di kawal secara bersama-sama.
“Program pengadaan alat deteksi gempa, ini juga penting untuk kita kawal jika program ini jadi dijalankan. Mengingat, program ini muncul di masa jabatan Prof Zudan sebagai Pj Gubernur Sulbar dan melibatkan kerjasama dari negara luar,” ungkap Sul.
Untuk itu, Sul mengharapkan agar seluruh lapisan masyarakat khususnya yang terdampak gempa tahap 2 agar bersama-sama mengawal.
“Kabarnya dana stimulan gempa tahap dua ini mencapai ratusan miliar, untuk itu mari bersama kawal dana ini, agar tepat sasaran,” ucapnya. (SL/Rahman-007)






