FAKTA – Keberadaan pembangunan Gapura Masuk Desa Mejoyo Losari, Kecamatan Gudo Jombang, belakangan dipertanyakan warga setempat.
Padahal semestinya bukan Pembangunan Gapura yang diinginkan warga, melainkan akses jalan desa yang perlu diperhatikan Pemerintahan Desa Mejoyo Losari.
Masalahnya akses jalan sangat penting untuk kelancaran beraktifitas maupun usaha lainnya, jalan merupakan urat nadi perekonomian dan tolong diperhatikan oleh aparat Pemerintahan Desa.
Hal tersebut dikemukakan salah seorang warga dusun Siwalan berinisial B (55) kepada awak media Rabu (14/12/2022).
Menurutnya aparat Pemerintahan Desa semestinya peka terhadap situasi lingkungan pemukiman warga, mana yang perlu dibangun lebih dulu gapura atau perbaikan fasilitas umum, termasuk perbaikan jalan.
Perlu diketahui bahwa saat ini masih banyak jalan desa yang perlu uluran tangan pemerintahan desa untuk diperbaiki, salah satu contoh adalah terletak di dusun Siwalan jalan desa sepanjang kurang lebih 300 m kondisinya memprihatinkan.
Pelaksanaan pengaspalan jalan sudah mulai rusak dan pasangan batu berceceran kemana – mana, dan yang satu lagi terletak di dusun Mejoyo sebelah timur menuju ke dusun menturus disini pavingnya juga sudah banyak yang mengelupas.
Sehingga jika turun hujan seperti saat ini, maka jalan tersebut banyak kubangan air dan sangat dikeluhkan warga setempat.
Ironisnya, Pemerintahan Desa Mejoyo Losari mengabaikannya,”justru Pemdes malah membangun gapura dan mendirikan pujasera (pusat jajanan selera rakyat) yang terbentang di sepanjang bantaran sungai dari ujung barat hingga mendekati masuk dusun Losari, yang akhir – akhir ini juga. Kurang diminati warga. Bahkan nyaris pembangunannya dinilai mubadzir dan hanya buang – buang dana saja ” tuturnya
Ditambahkan oleh B “kalau menurut penilaian saya Kepala Desa Mejoyo Losari . Supaat hanya ingin mendapat pujian dari orang lain tanpa peduli terhadap warganya”.
Sementara itu Kepala Desa Mejoyo Losari Kecamatan Gudo,Supaat hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi awak media terkait adanya keluhan dari warganya. (muk)





