Daerah  

Ribuan Masyarakat Pertanyakan Boster Penyaluran Air ke Dua Desa, Musi Banyuasin

FAKTA – Diduga, boster penyaluran air untuk dua desa mangkrak. Sehingga ribuan masyarakat di dua desa mempertanyakan. Hampir dua tahun pembangunannya, sampai saat belum juga dialiri air.

Sementara pembanguan proyek tersebut menggunakan Dana Anggaran Pendapatan Daerah (ABPD) Musi Banyuasin (Muba) tahun 2021 sebesar Rp7.905.695.500.00,- yang dikerjakan PT. Cahaya Sriwijaya Abadi.

 Dalam pemasangan pipa tranmisi dari Desa Langkap menuju Desa Tanjung Kerang. Kemudian ditambah dengan pembangunan intalasi pengelolaan air bersih yang berkapasitas 30 liter per detik.

Beserta jaringan perpipaan dari Desa Langkap menuju Desa Babat Supat, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Simatera Selatan menggunakan Dana ABPD Muba tahun 2021sebesar Rp8.300.066.000.00,-  dikerjakan PT. Kenzo Putra Linas.

Semua pengerjaan perpipaan dan asoseris telah selesai dilaksanakan. Namun yang menjadi kendala ketika akan mengalirkan air dari boster kepada masyarakat, Desa Langkap menuju Desa Tanjung Kerang dan dari Desa Langkap menuju Desa Babat Supat mengalami kendala.

Karena tiang listrik yang akan dipasang kontraktor hampir rapat dengan tiang listrik Milik PT. Expan dan hal tersebut tidak di perbolehkan PT. Expan, dikhawatirkan terjadinya konselet, sehingga mengalami kendala hampir dua tahun proyek PDAM Muba mangkrak.

Sementara kalau menurut masyarakat, kalau kendala tidak bisa dipasang tiang didekat tiang listrik milik PT. Expan, tinggal dipindah apa susah nya, jangan mengkambing hitamkan masyarakat yang katanya lahannya tidak diperbolehkan melewati kebunnya.

Sementara, setelah mendapat informasi dari masyarakat, wartawan Majalah Fakta turun ke lapangan tertanggal 21 Nopember 2022. Dan mendatangi lokasi boster tempat penampunan air.

Ternyata di sana hanya terdapat 1 buah excavator yang diduga sedang mendalami kolam tempat penampunan air untuk pengisian Boster.

Diduga pengerjaan perpipaan terlebih dahulu, baru kemudian sumber airnya dicarikan kemudian, seolah olah kerja tanpa rencana.

Wajar kalau pengerjaan perpipaan telah selesai air belum dapat mengalir. Dan dugaan terkendala pemasangan tiang yang dikomplain masyarakat itu hanya dijadikan alasan.

Sementara itu , Direktur PDAM Tirta Randik Pirdaus Adline, dihubungi tertanggal 22 November 2022 sekira pukul 13.30. di kantornya melalui staf bagian umum. “Maaf Pak Pirdaus sedang keluar”.

Selaku Direktur harus mengetahui , sebab di dalam pengusulan pertama proyek tersebut dari pihak PDAM, kemudian pihak Perkimtan yang mengangarkan dan mengerjakannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemukiman dan Kawasan Perumahan Rakyat(Perkimtan) Kabupaten Musi Banyuasin. Rismawati dihubungi melalui wawancara tertulis dikirim 22 November 2022 Satpam Padullah, yang mana dalam wawancara tertulis disebutkan.

Kenapa proyek tersebut diduga mangkrak dan tidak memiliki sumber air yang cukup ? Kenapa pemasangan tiang listrik hampir rapat dengan tiang listrik milik PT.  Expan.

Namun sampai berita ini dikirim ke redaksi, dia tidak memberikan jawaban maupun konfirmasi tentang kebenaran data tersebut.

Kepala desa langkap , Jiko Mitro dihubungi di kantor nya, tentang seputaran mangkraknya, pengaliran air yang dialami warga, mengatakan sebetulnya saya kurang mengetahuinya, karena pihak kontraktor cuma 1 kali datang ke kantornya.

Ketika akan melaksanakan pembangunan pemasang pipa air, setelah itu tidak pernah lagi datang lagi. Ketika disinggung mengenai keberatan warga yang kebunnya dilewati tiang, “ya kalau itu memang kami mendengar ada keberatan warga yang kebunnya dilewati tiang aliran listrik dan minta di ganti rug. Ssementara pihak kontraktor tidak mau menggantinya, itu kabar yang saya dapat,” ujarnya. (ito/hai)