Daerah  

Air Limbah Berhasil Disulap Siswa SMP di Surabaya Jadi Pupuk Organik Cair

Naufal Suma Azizi siswa SMPN 17 Surabaya mengangkat sistem hidroponik karena sistem ini tidak mengenal musim dan juga tidak memerlukan lahan yang luas.

FAKTA – Adanya pandemi COVID-19 memberikan dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah dampak pada lingkungan pertanian. Banyaknya petani yang sakit hingga regulasi dari pemerintah menyebabkan masalah kekurangan persediaan pangan di Indonesia.

Maka dari itu, perwakilan dari SMPN 17 Surabaya, Naufal Suma Azizi mengangkat sistem hidroponik karena sistem ini tidak mengenal musim dan juga tidak memerlukan lahan yang  luas.

Selain itu Hidroponik juga dapat membantu memberi solusi atas masalah pangan yang sedang dihadapi pada masa pandemi COVID 19. Naufal berfokus pada pemanfaatan limbah air leri dan daun kelor sebagai POC  untuk penghijauan dan tanaman hidroponik.

Menurut Naufal, proyek dan sistem ini sangat mudah diterapkan karena bahannya yang mudah didapat, ramah lingkungan dan menghasilkan tanaman yang bernilai ekonomis.

“Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik cair adalah limbah yang berasal dari air cucian beras yang memiliki ketersediaan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman, ” ujar Finalis pangeran dan putri lingkungan hidup 2022 ini.

Selama usaha pengembangan proyeknya, Naufal telah aktif mengajak teman-teman sekolah, OSIS dan warga di lingkungan rumahnya untuk membuat POC dan memanfatkannya untuk lingkungan, sehingga menjadi usaha yang menguntungkan dan pastinya menyenangkan.

Tak hanya itu, Naufal berhasil melakukan Instalasi hidroponik dengan metode NFT, memanen 120 pohon dan sedang menanam 46 pohon selada. Ia juga telah menanam 6 jenis tanaman yang berbeda dan membagikan  10 botol POC secara gratis kepada warga Gunung Anyar. (F.543)