FAKTA – Tim penanggulanan PMK
Pemerintah Kabupaten Brebes gencar melakukan pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Tim juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat, peternak dan pedagang, serta pengunjung di pasar hewan Bumiayu, Brebes.
Hal itu disampaikan Ir Tri Budi Wibowo koordinator tim Pelaksana penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari Dinas Peternakan dan Kesehatan (Diswan) Kabupaten Brebes ,saat melakukan kegiatan di Pasar hewan Bumiayu, Senin (01/08/2022).
Tri mengimbau agar masyarakat mewaspadai Penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) karena kondisi hewan peliharaan sangat rentan dengan PMK.
“Sebelumnya penularan virus PMK pada umumnya melalui sesama hewan seperti kambing dan hewan seperti sapi kerbau, kini virus PMK ternyata bisa tertular melalui tubuh manusia, ” kataBudi.
Ditambahkan ketika Sarman (45) warga Petujah Kalinusu Bumiayu bertandang ingin melihat situasi pasarwage (27/07/2022) Ia melihat lihat sapi yang sedang pasarkan.
Sarman pulang dari pasar hawan langsung menuju kandang sapinya , ternyata dua hari setelah itu 2 ekor sapinya telah terkena suspec PMK, kini sapi peliharaanya masih dalam penelitian perawatan Diswan tim pencegahkan PMK Brebes, untuk Kalinusu saat ini ada 11 ekor sapi yang terkena suspec PKM imbuh Tri.
Ketua Operasi (Kasops) PMK Brebes untuk Brebes selatan , AKP Heri Riyanto ,SH didampingi
Kanit IK Aiptu Budiatmaja dan Aiptu Tarjono dalam razia menjelaskan bahwa pelaksanaan pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hari Senin (01/08/2022) telah menemukan 21 ekor sapi yang terkena suspect PMK dengan perincian Tegal 11 ekor,Banyumas 4 ekor,Cilacap 1 ekor Brebes 1 ekor,Pemalang 4 ekor.
Sementara drh. Muhammad Irham Bagus didampingi drh.Saifi Fitriya , dalam melakukan penanggulangan dan sosialisasi menyampaikan
Kewaspadaan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) penting untuk disampaikan oleh petugas peternakan petugas pasar hewan, dan koordinator penyuluh petugas kepada masyarakat .
Melakukan tracking dan surveillans penyakit ,di pasar hewan, kelompok ternak, dan peternak mandiri. Serta, memperketat pemeriksaan antemortem dan postmortem di RPH terus akan di lakukan,” terang Irham.
Pihaknya akan terus berupaya melakukan upaya pencegahan untuk mengantisipasi terjadinya penyakit tersebut.
“Karena pencegahan lebih baik dari pada mengobati,” pungkasnya.(dun)






