Daerah  

Nyaris Ricuh, Mobil Petugas P2TL Pulung Kencana, Lampung Dihadang Warga, Ini Penyebabnya

Majalahfakta.id – Masyarakat kampung Tegal Mukti, Kecamatan Negeri Besar, Kabupaten Way Kanan, Lampung, menghadang mobil petugas penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL) Pulung Kencana, terkait pemutusan arus listrik di beberapa rumah warga di RT 12 Selasa, (14/6/2022).

Warga Tegal Mukti berkumpul di tengah jalan mulai pukul 15.00 WIB hingga malam hari, untuk meminta penjelasan terhadap pihak PLN Pulung Kencana terkait adanya pemutusan kWh tersebut.

Kepala Kampung Tegal Mukti bisa meredam masa yang telah tersulut emosi.

Hingga suasana pun kondusif aman tanpa ada pertikaian antara P2TL PLN dengan warga.

Kepala alampung pun langsung menemui pihak PLN dan mengadakan mediasi bersama masyarakat serta Kapolsek Tegal Mukti.

Saat awak media menemui Kepala akampung memberikan penjelasan kronologi awal kejadiannya.

Jaenal kakam Tegal Mukti mengatakan, “pagi saya lagi di kantor, setelah pulang dari kantor pukul 15.00 warga gaduh menceritakan dicabut kWh-nya.

Warga belum tahu masalahnya tiba-tiba ada yang dicabut. Warga berkumpul semua. “kita sikapi apa permasalahan mereka bilang masalah PLN”.

Lanjutnya, ” Alhamdulillah tidak ada korban yang artinya saya berbicara dengan pihak PLN yang artinya sama warga jangan sampai anarkis saya juga sudah sampai berbicara dengan pihak PLN dan anggota juga Dari Brimob.

Sebelum kami berkumpul tadi saya koordinasi dengan pihak PLN dia siap memasang kWh warga yang di putus listrik nya, selesai kami memasang pihak PLN berbicara sama kami dengan forum yang artinya dia orang mengklarifikasi permasalahan dia orang juga siap untuk membenahi cara untuk (Opal).

Kejadian ada dua kampung pagar iman dan Tegal Mukti dan di Tegal Mukti yang ada gejolak sebab pihak PLN hampir setiap hari masuk ada tiga rumah warga Tegal Mukti yang di cabut kWh nya, ” ungkapnya

Pada akhirnya menemukan kesepakan antara P2TL PLN Saipul sebagai staf transaksi energi PLN pulung kencana hingga larut malam hari, hingga bubarnya warga. (wis/opn/Team AWPI Tubaba)