Majalahfakta.id – Harga bahan kebutuhan dapur di sejumlah pasar tradisional di Kota Cilegon terpantau mengalami kenaikan. Bahan pokok dapur yang mengalami kenaikan seperti cabai rawit, bawang merah, cabai merah keriting, Tomat.
Tingginya curah hujan menyebabkan petani gagal panen dan produksi cabai kian berkurang. Akibatnya harga cabai melonjak drastis akhir-akhir ini. Cuaca buruk juga menyebabkan kurangnya pasokan dari daerah sentra produksi.
Salah satu pedagang di pasar tradisional Kranggot Cilegon, Banten. Maulana atau yang akrab di sapa Mang Nana (37) mengatakan, bahwa kenaikan pada sejumlah kebutuhan bahan pokok ini karena cuaca yang buruk sehingga menyebabkan kurangnya pasokan dari daerah sentra produksi, mengakibatkan pasokan ke pasar pun menurun tajam.
“Sudah hampir 1 minggu, kenaikan harga ini karena petani mengalami gagal panen, sehingga pasokan juga kurang, sementara peminat banyak,” kata Mang Nana saat ditemui di lapaknya di Pasar Kranggot Cilegon Banten. Kamis, (10/Juni/2022).
Dijelaskan Mang Nana, kenaikan ini terjadi pada hampir semua komoditi seperti bawang merah, cabe kriting, cabe rawit, dan tomat, sementara untuk bawang putih relatif stabil.
1. Untuk cabai kriting yang tadinya per kilo Rp 32.000 sekarang menjadi Rp 88.000 per kilo,
2. Sedangkan cabe rawit tadinya per kilo Rp 30.000 sekarang menjadi Rp 100.000 per kilo.
3. Kemudian, tomat yang tadinya per kilo Rp 5.000 sekarang menjadi Rp 20.000 per kilo.
4. Bawang merah tadinya per kilo Rp 28.000 sekarang saya menjadi Rp 56.000 per kilo. Ucap Nana.
“Biasanya bahan pokok dari luar yang dijual di toko saya ada sekitar 10 persen, sekarang paling cuma 5 persen,” tambahnya.
Lebih lanjut Nana menyampaikan, bahwa dengan adanya kenaikan harga ini sangat berpengaruh terhadap menurunnya omset penjualan di lapaknya.
“Untuk penjualan sedikit berkurang, karena para pembeli mengurangi jumlah kebutuhanya. Omset harian pun menurun sekitar setengahnya,” ujar Nana.
Sementara itu, Mesdi salah seorang pembeli berharap harga bahan pokok bisa kembali stabil, agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
“Iya pengennya turun, kalo mahal sangat keberatan harus mengurangi kebutuhan buat memasak,” ucapnya. (rob)






