Komplotan Pengedar Upal Beraksi di Desa Laut Tador, Kabupaten Batu Bara

Majalahfakta.id – Diduga komplotan pengedar uang palsu (upal) beraksi di Desa Laut Tador, Kecamatan Laut Tador, Kabupaten Batu Bara.

“Awas hati – hati uang palsu beredar. Tadi ketahuan ada orang tidak dikenal mau setor uang sebanyak Rp 4 juta, ” Kata Candar Pemilik Brilink di Laut Tador.

Menurut Candra, awalnya ada orang datang ke Brilink untuk melakukan setor uang sebanyak Rp 4 juta dalam pecahan Rp 100 ribu. Uang itu tidak tersusun rapi, berserakan. Kemudian uang tersebut disusun Candra satu demi satu.

“Saat aku menyusun uang tersebut satu per satu ada yang kurang pas. Pertama uang tersebut licin, kedua ketika diterawang tidak ada gambar pahlawannya dan ketiga garis tengah uang tersebut terputus – putus, ” jelas Candra dengan menunjukkan tanda-tanda uang palsu sambil menggunakan sinar ponsel.

“Yang menambah semakin curiga, bahwa aku yakin orang asing itu bukan warga Desa Laut Tador. Namun saat ku tanya orang itu mengaku tinggal di Dusun XI Desa Laut Tador, ” papar Candra.

Selanjutnya menurut Candra, saat dirinya sudah mengetahui dengan sejumlah penelitian dan pengalamannya bahwa uang itu diduga palsu, maka langsung saja dia mengambil kesimpulan.

“Bang ini uang palsu, kata ku. orang itu seperti ketakutan dan langsung menghubungi seseorang pergi dengan membawa uang palsu tersebut. Dan aku juga sepertinya kenal dari suaranya, siapa yang dihubungi itu, ” kata Candra, dengan tidak menyebutkan identitas siapa yang dihubungi orang asing tersebut.

Tak hanya itu, Candra juga kecewa karena dia tidak ingat untuk menghubungi aparat kepolisian, minimal aparat desa.

“Kalau orang asing yang mengedarkan uang palsu itu tertangkap, ini bisa dikembangkan siapa saja pemainnya dan sudah berapa banyak uang palsu itu beredar dan dimana saja, ” ungkap Candra terkesan dengan wajah kecewa.

Kemudian disaksikan sejumlah warga masyarakat yang ada di Brilink miliknya. Dia menyampaikan, “Bagi Abang – abang dan Kakak – kakak berhati-hatilah, ditempat lain juga sudah ku beritahukan tentang beredarnya uang palsu di desa kita ini, ” saran Candra. (wis/yon).