
WALAU bisa dikatakan sosok Asper terbaru (pendatang) dari luar Rayon, namun skill di bidang tanaman dan keamanan sudah tak perlu dipertanyakan lagi. Yakni, menindaklanjuti merawat tanaman pendahulunya.
Administratur (Adm/KKPH) Bojonegoro, Dewanto SHut MSc, kepada Wartawan Majalah FAKTA (Ekopurnomo) menjelaskan bahwa di KPH Bojonegoro terdiri dari 13 BKPH dan berpotensi untuk berbagai jenis tanaman. “Bahkan bisa jadi brand atau trade mark-nya. Misalnya RHL dengan berbagai jenis, sukses. Kayu putih cocok ideal di BKPH ‘a’, gleriside di BKPH ‘b’ dan sebagainya. Termasuk BKPH Deling, potensial tanaman katagori jenis biomasa, utamanya jenis kaliandra. Ini tergolong program baru, selain tanaman jati sebagai tanaman pokok, di KPH Bojonegoro. Silahkan langsung ke Asper Deling, jika belum kenal, ngomong-ngomong dulu. Silahkan, bilang kalau sudah dari kami,” kata Adm/KKPH Bojonegoro kepada FAKTA.
Asper/KBKPH Deling, Karianto SHut, didampingi Kaur TK Gayap, Kaur TU Lutomo, TU Adi, serta Ketua Dhama Wanita BKPH Deling, Ny Emmy Karianto, menjelaskan bahwa secara rinci BKPH Deling dengan tanaman jenis kaliandra seluas 124 Ha di RPH Pragelan Selatan. “Ini pekerjaan Pak Asper lama, kami secara yuridis formal SK masuk KPH Bojonegoro tanggal 18-1-2020. Sebelumnya sebagai Asper BKPH Ngandong KPH Ngawi. Saat ini (pertengahan Maret 2020), masih orientasi wilayah, termasuk membangun komunikasi sosial (komsos) dengan masyarakat. Soal RHL bagus, kalau gleriside sedikit terkendala jika dari stek. Maka inovasi kita, besok kita menanam dari biji, biji mencari dari BKPH atau KPH lain, menyesuaikan kebijakan pimpinan, dalam hal ini Bapak Adm/KKPH Bojonegoro. Efektif memasukkan biji pada bulan Nopember,” estimasi Asper kelahiran Riau yang kini berdomisili di Cepu, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, ini kepada FAKTA.

Lebih lanjut Asper yang juga beristrikan pegawai Perhutani KPH Cepu ini menguraikan, untuk hal keamanan relatif aman, tanaman bagus, cuma kalau gleriside dari stek untuk di Deling terjadi kendala yakni pembusukan pada akar/batang. Sedangkan produksi tahun ini, kemungkinan start Juni 2020, karena terkendala iklim, lokasi tebangan jauh dari jalan raya, target tebangan kisaran 200 meter kubik (m3). Keamanan fokus teresan, gangguan lain yakni banjir, longsor. Namun komunikasi dengan 4 (empat) LMDH berjalan komunikatif. Didominasi tanaman KU 8.
“BKPH Deling memiliki 3 (tiga) RPH, yakni RPH Deling KRPH-nya Pak Dimyati, RPH Klino KRPH-nya Pak Kundori, serta RPH Pragelan Selatan KRPH-nya Pak Sudiyoko. Pola manajemen kami sebagai Asper Deling, pertama kondisional masih orientasi, belajar, menyelami untuk tahu bagaimana kita di BKPH Deling, yakni penerapan perbaikan mekanisme bekerja bisa sinergi dan mensinergikan, dari arahan pimpinan, pelaksanaan lapangan. Termasuk mekanisme kerja, tanaman sukses, hutan aman, produksi tercapai. Itulah prinsip dalam melaksanakan tugas, sebagai Asper bertanggung jawab pada tugas yang diamanahkan oleh pimpinan, dan juga sebagai pimpinan di tingkat BKPH,” ulas Asper yang belum memilik rumah dinas ini.
“Sementara menempati Wisma Pesanggrahan Klino, insya Allah tahun ini akan dibangunkan rumah dinas, doakan lancar,” ungkapnya mengakhiri dialog dengan FAKTA. (F.463)






